Karya Seni Penghasil
Udara Bersih
Tema: Udara
Polusi saat ini sudah menjadi masalah yang tidak dapat
dihindari bagi sebagian negara di dunia. China menjadi salah satu dari banyak
negara yang mengalaminya. Kondisi polusi di China parahnya telah memasuki
kategori bahaya untuk di hirup menurut WHO. Polusi udara di China membentuk
kabut hitam tebal hingga sulit melihat cahaya matahari di langit.
Polusi di China adalah konsekuensi yang ditimbulkan akibat
banyaknya pabrik yang beroperasi. Yap,
seperti kita tahu hampir semua barang saat ini diproduksi di China. Industrialisasi
yang diikiuti dengan mobilitas kendaraan bermotor juga kebutuhan energi dari
pembangkit tenaga listrik memperpanjang daftar faktor penyebabnya.
Anak-anak, orang tua dan orang-orang dengan permasalahan
jantung dan paru-paru oleh pemerintah dilarang untuk keluar rumah dalam kondisi
seperti itu, bahkan tak jarang berbagai aktivitas seperti sekolah dan
perkantoran diliburkan. Bahkan pemerintah China hingga menganggarkan sejumlah 1
triliyun yuan untuk mengurangi polusi. Wah,
terbayang ya bagaimana sulitnya bernafas menghirup udara bersih di China dengan
kondisi seperti itu?
Kejadian kabut polusi
tersebut memberikan ide pada desainer asal Belanda Daan Roosegaarde untuk
mendesain teknologi yang mampu mengatasi kabut polusi di China. Daan Roosegaarde adalah seniman dan innovator
yang dikenal dalam keahlian social design
yang menggembangkan hubungan antara maanusia, teknologi, dan ruang. Layaknya vacuum
cleaner alat penyedot debu, teknologi yang diciptakan Daan Roosegaarde di
sebut sebagai sky vacuum cleaner atau
vacuum cleaner for the skies.
Smog ( Smog Free Park dan
Smog Rings) adalah nama dari teknologi yang diusung oleh Daan Roosegaarde,
didesain dengan prinsip memurnikan udara. Desainnya memanfaatkan prinsip-prinsip dasar fisika, dimana kumparan
dan kawat tembaga dikubur dan diisi dengan tegangan relatif rendah yang aman
akan menarik partikel asap jatuh dan membersihkannya seperti vacuum cleaner.
Kumparan dan tembaga yang
terkubur menghasilkan medan elektrostatik lemah yang dapat menjangkau langit
diatasnya. Partikel asap yang ditarik ke tanah, menjadikan udara di sekitarnya
bersih, dan partikel asap yang ditarik dikumpulkan. Kumparan yang terkubur
tersebut didesain terkubur di bawah rumput taman, dan de desain seaman mungkin
sehingga tidak masalah jika orang-orang lewat, atau berjalan diatasnya.
Dalam mewujudkan
projectnya ini Daan Roosegaarde bekerjasama dengan Universitas Teknik Delft,
dengan ahli asap, dan mereka menyatakan bahwa desain teknologi yang dibawa oleh
Daan Roosegaarde, mungkin untuk diwujudkan. Gayung
pun bersambut, pemerintah China, atau tepatnya pemerintah kota Beijing menyetujui
project tersebut dan menginvestasikan
dananya.
Daan Roosegaarde, menjalankan ide projectnya untuk sebuah taman di Beijing, dalam bayangannya akan
terlihat suatu perbedaan antara dunia lama dan baru (berasap dan tidak).
“You can purify the
air so you can breathe again”
Teknologi ini dimaksudkan
Daan Roosegaarde untuk member ruang warga China bernafas, menghirup udara yang
bersih di tengah kabut asap tebal polusi yang berbahaya. Dengan teknologi ini,
dapat dihasilkan lubang/ruang sebesar 50-60 meter udara bersih, sehingga kita
dipastikan dapat melihat matahari di area tersebut.
Yap, Daan Roosegaarde
sejak awal tidak menyebutkan bahwa desain teknologinya mampu menghisap seluruh
kabut asap polusi di keseluruhan suatu wilayah. Daan Roosegaarde menekankan ini
hanya untuk memperlihatkan bagaimana kecanggihan dan berangkat bekerja.
“Bring nature back to
the city”
Sebagai seorang seniman Daan
Roosegaarde, lebih memperlihatkan aspek visual dari projectnya ini.
Membuat partikel asap menjadi perhiasan
Warga China yang harus mengggunakan masker di wajah mereka
akibat polusi, menjadikan masker bagian yang tak terpissahkan, tak jarang
masker yang mereka gunakan menjadi bagian fashion karena setiap orang kemudian
memiliki pilihan gaya masker mereka sendiri. Daan Roosegaarde tidak berhenti
hanya membuat udara bersih, tapi juga membuat statement fashion baru untuk
warga China ditengah buruknya polusi udara.
Bagaimana caranya?
Sisa partikel kabut asap
polusi yang terkumpul ternyata per satu kilometer asap udara dapat dibuat
menjadi sebuah cincin. Lagi-lagi seni dan desain ditonjolkan, karena bagi Daan
Roosegaarde seni dapat berkontribusi untuk lingkungan hidup, yang bukan hanya
tentang seni adalah membuat kursi atau meja, tapi tentang seni adalah
meningkatkan kehidupan dan pengetahuan.
Referensi:









Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.