tentang rencana-rencana itu....
Mungkin agaknya saya terlalu egois. kurang bersyukur atas apa yang saya sudah saya punya, yang mungkin saya tidak akan apa-apa jika rencana itu gagal, tapi tidak dengan kehilangan apa yang saya punya.
"Kita terlalu sibuk menjadi dewasa dan lupa kalau orang tua kita juga bertambah tua"
jujur. sebelumnya di dalam doa saya lebih sering mengucap rencana-rencana itu dibanding nama orang tua saya. setiap hari setiap kali hanya itu yang saya ucapkan dengan egois. Bahkan meminta ibu saya turut mengamininya. Well, yang harus kita tahu sebagai anak adalah, setiap detik, setiap saat mereka berdoa pasti selalu terselip nama kita. Tapi saya selalu lupa nama beliau dan sibuk mencapai sesuatu yang belum tentu baik untuk saya.
Suatu hari, ibu merasa tidak baik. saat itu saya sadar. Apa lagi yang harus diminta, saat saya masih memiliki ibu yang sayang dengan saya. Satu-satunya alasan kenapa saya harus sukses. Apalah arti plan a-b-c-d yang saya dapatkan, kalau ternyata seseuatu yang lebih berharga, yang telah saya punya harus hilang. That's means nothing.
Pernah baca blog seseorang yang menyebut : "selama masih punya rumah dan orangtua sering-seringlah kamu pulang"
Yap, even your mom doesn't tell that she is waiting for you and really miss you. Actually she does. She'll wait till you back home, just to see your face, just to make sure that you're okay.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.