Angin perlahan lahan
berhembus…. Baling-baling bergerak satu persatu bergantian membuat putaran
seirama angin….
Kincir angin adalah Belanda. Kita pun tak jarang menyebut
Belanda sebagai negara kincir angin. Belanda memang memiliki banyak kincir
angin. Mereka memanfaatkan kincir angin untuk membangun kehidupan negaranya.
Belanda dengan kincir anginnya mampu mengeringkan permukaan laut yang menutupi
sebagian besar wilayahnya. Negara yang tadinya dilihat hanya memiliki wilayah
yang sempit, mampu diubah menjadi luas. Inilah yang membuat Belanda sangat
dikenal di dunia.
Kincir angin sebenarnya memiliki beberapa fungsi. Untuk
kepentingan industri kincir angin digunakan untuk menggergaji kayu (sawmill), menggiling jagung (cornmill), menggiling tebu (crushing mill), hingga sebagai
pembangkit tenaga listrik energi angin.
Fungsi kincir angin pada tahun 2010 pun bertambah berkat
Merel Karhof. Merel Karhof, desainer yang seorang asli Belanda, berinovasi
menjadikan kincir angin sebagai mesin perajut (knitting windmill). Kincir
angin perajut ini berukuran kecil, didesain dengan 4 kaki dan bisa dipindahkan,
jadi kita bisa mengira dimana seharusnya menempatkan kincir angin disesuaikan
dengan arah dan kekuatan angin.
Sumber : http://www.engineering.com
Angin menggerakan baling-baling kincir angin, merajut
benang-benang wol menjadi rajutan cantik, berbentuk syal. Dengan waktu
rata-rata 8 jam perhari, mesin ini dapat memproduksi hasil rajutan sepanjang 15
meter. Setiap hari atau per dua hari hasil rajutan tersebut dikumpulkan.
Sumber: http://www.gizmodo.com.au
Tidak sampai disitu, Merel Karhof bahkan meluncurkan
Windworks, yakni sebuah project yang bermula
dari idenya untuk mengembangkan energi angin. Windworks mengambil lokasi di Zaanse
Schans memproduksi furniture dengan tenaga angin. Bagaimana caranya?
Zaanse Schans terletak di Sungai Zaan, Belanda. Zaanse
Schans adalah rumah bagi berbagai kincir angin bersejarah. Terdapat beberapa
kincir angin dengan fungsi yang berbeda. Masing-masing menghasilkan satu jenis
bahan baku furniture buatan Windworks.
Bahan baku kayu untuk pembuatan furniture seperti kursi
digergaji dengan sawmill yang disebut
“Het Jonge Schaap”. Sementara bahan baku
benang melalui proses pewarnaan dengan kincir angin “De Kat” (the Cat). Benang yang sudah diberi warna
kemudian melanjutkan proses ke knitting
windmill hasil inovasi Merel Karhof.
Sumber: http://www.design.nl
Sumber: http://www.designboom.com
Rajutan berbentuk syal dari knitting windmill dikombinasikan dengan bantal untuk pembuatan
kursi. Furniture, bantal, dan syal Windworks dapat dibeli langsung di workshop
Windworks dekat dermaga di Zaanse Schans.
Sumber: http://www.gizmodo.com.au
Inovasi Merel Karhof adalah luar biasa. Di saat inovator
lain berlomba-lomba meneliti penemuan baru, Merel Karhof dengan ide dan kreatifitasnya
mampu membuat inovasi dari apa yang sudah ada. Beberapa artikel pun menyebutkan
Merel Karhof sebagai inovator yang berbeda dengan inoator lainnya, karena mampu
menggabungkan ilmu teknik dengan merajut.
Dari Merel Karhof kita belajar, bahwa inovasi bukan hanya
sekedar menciptakan sesuatu yang baru, tapi memaksimalkan manfaat dari yang
sebelumnya telah ada. Merel karhof adalah gambaran bangsa Belanda yang
menggabungkan sejarah dan kebudayaan tradisional dengan inovasi yang modern dan
berorientasi internasional. Meskipun Merel Karhof saat ini bekerja dan menetap
di London, sebagai bangsa Belanda ia tidak melupakan identitasnya.
Think Dutch adalah
cara berfikir bangsa belanda yang mengubah keterbatasan menjadi suatu
kreatifitas. Windworks adalah gambaran industri masa depan. Di saat industri
lain sedang memikirkan keterbatasan energi, Windworks berproduksi dengan sumber energi yang tak terbatas
(baca: angin).
Referensi:




Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.