Sabtu, 24 Agustus 2013

Hello Ghost! Don't be afraid.......



Hello ghost. Ya, dari judulnya saya sempat berfikir bahwa film ini adalah film horror yang menceritakan seorang cenayang yang bisa melihat sosok hantu. Setelah ditonton, hal tersebut sungguh berbeda seratus delapan puluh derajat, tidak ada sentuhan horror sedikitpun, malah ceritanya sangat kental dengan sentuhan komedi dan drama.
Cerita dimulai ketika seorang pemuda bernama Sang Man merasa dirinya adalah orang yang paling kesepian di dunia. Ia merasa sebatang kara, sedari kecil ia tinggal di panti asuhan, asal usulnya tidak jelas, orang tuanya tak tahu kemana. Ia tidak punya sahabat apalagi kekasih.
Karena hal tersebut, sang man berkali-kali mencoba bunuh diri. Segala hal iya lakukan agar bisa mati, namun selalu gagal. Bahkan, percobaan bunuh dirinya membaanya bertemu dengan empat orang hantu. Pertama, sosok hantu pria merokok, kedua hantu wanita menangis, ketiga hantu kakek tua, dan yang keempat hantu anak kecil.
Para hantu tersebut mengikuti kemanapun Sang Man pergi. Mereka hanya akan pergi jika Sang Man mengabulkan keinginan mereka yang belum sempat mereka dapatkan semasa hidup.
Singkat cerita, satu persatu permintaan para hantu tersebut dipenuhi, si pria perokok berhasil memperoleh taksinya kembali serta berhasil jalan-jalan bahkan berenang dipantai. Si kakek tua, berhasil menemukan kamera yang dicarinya dan mengembalikannya pada sang pemilik yang dahulu adalah tetangganya. Si wanita menangis, berhasil memenuhi keinginannya memasak  untuk orang yang dicintainya. Terakhir, si anak kecil , ia berhasil makan jajangmyoen, makan permen ikan yang besar, nonton bioskop dan membeli robot-robotan.
Lucunya, permintaan tersebut dilakukan dengan menggunakan raga Sang Man, bahkan ketika si hantu kakek tua menggoda seorang suster dirumah sakit. Namun, berkat si kakek tersebut, Sang Man bisa berkenalan bahkan kemudian menemukan cintanya pada Yun soo.
Sang Man tidak juga jarang mengalami berbagai hal yang memalukan dan menyulitkannya karena para hantu tersebut, terlebih hantu-hantu tersebut tinggal dirumahnya. Mereka sering membuat kegaduhan, kekacauan dan sebagainya.
Samapai suatu ketika, sang man merasa marah dan tidak sanggup lagi. Ia berfikir, kenapa harus dia yang melakukan semua hal demi mereka, mereka saja bahakan bukan orang yang ia kenal. Seluruh permintaan mereka pun sudah ia penuhi, lalu sang man meminta mereka pergi dari rumahnya.
Sampai keesokan harinya….
Sang man merasa ada yang hilang, ketika ia bangun tidur, rumahnya sudah sepi. Lalu, ia menemui yun soo sang kekasih dengan membawa bibimpap. Yun soo berkata “ kenapa dalam bibimbap mu kau menggunaka seledri?” lalu yunso bercerita panjang lebar sampai ia berkata “ seseorang yang merasa sangat sedih ia akan mudah lupa bahkan mungkin pada keluarganya sendiri”
Sang man menjawab perihal seledri “yang mengajarinya adalah ibuku…..” seketika Sang Man terhenyak…. Ia ingat, wajah ibunya keluarganya……. Dan yang lebih mengejutkan keluaraga yang selama ini ia cari dan ia rindukan adalah keempat hantu tersebut. Sang Man seketika berlari mencari keempat hantu tersebut dan memohon agar mereka tidak pergi.  
Si wanita menangis adalah ibunya, ia ingin memesak untuk orang yang dicintainya yaitu Sang Man anaknya sendiri. Si kakek tua adalah kakeknya, kamera yang ia inginkan eaktu itu adalah kamera yang dipinjamnya tanpa perizinan tetanggganya dan kamera tersebut bertahun tahun berada di tangan seorang polisi yang mengambilnya ditempat kejadian kecelakaan. Si pria perokok adalah ayah dari sang man, perjalanan kepantai itu adalah perjalanan yang batal ia lakukan karena ia terlanjur mati akibat kecelakaan dan taksi itu adalah mobil yang waktu itu ia kendarai sebelum meninggal. Dan si anak kecil adalah kakak sang Man ketika ia mati ia masih kecil.
Mereka berempat mati karena kecelakaan, saat itu mereka sekeluarga ingin pergi jalan-jalan kepantai, ayahnya ingin mengajarinya berenang ketika sampai. Namun, belumlah sampai, naas pun tiba, mobil (taksi)yang  mereka kendarai, kecelakaan dan jatuh kejurang. Keempat orang tersebut tewas kecuali Sang Man. Sang Man yang ketika itu masih sangat kecil harus hidup sendirian, sang man kecil yang sangat sedih sampai ia lupa bagaimana wajah keluarganya. Inilah yang juga menjadi alasan kenapa sang man selalu gagal bunuh diri. Bunuh dirinya digagalkan keempat hantu tersebut yang ternyata senantiasa ada didekatnya. Keempatnya ingin sang Man tetap hidup.
Sesampainya sang man dirumah, keempat hantu masih ada, namun kali ini mereka harus mengucapkan selamat tinggal. Mereka meyakinkan sang man bahwa semuanya akan baik-baik saja, dan berkata bahwa sang man tidaklah sendiri, mereka berempat selalu ada bersamanya.
Sang kakak, yang berwujud anak kecil menghampiri sangman dan memberikan hadiah robot-robotan sambil berkata “kau masih sama seperti dulu, masih cengeng”. Sang man menangis haru….. mereka pun berpisah setelah berfoto bersama.
Sang man akhirnya pun menikah dengan Yun soo, hidup bahagia sebagai keluarga dengan seorang anak.

Efek setelah nonton: nangis seember karena visualisasinya bagus, ending yang pas dan menyentuh.
Pertamanya sempat agak underestimate ketika di awal cerita agak bingung ceritanya, namu setelah pertengahan dan ending rasanya akan ingin nonton lagi dari awal.
Moral value : jangan pernah merasa sendiri, bersyukur saja dengan apa yang telah kita dapatkan, banyak misteri yang ada disekitar kita yang mungkin tidak kita sadari namun terasa kehadirannya. Maka, janganlah mudah mengeluh, resapilah apa yang sudah ada kemudian bersyukur :””))

Tidak ada komentar: