Hello ghost. Ya, dari judulnya saya
sempat berfikir bahwa film ini adalah film horror yang menceritakan seorang
cenayang yang bisa melihat sosok hantu. Setelah ditonton, hal tersebut sungguh
berbeda seratus delapan puluh derajat, tidak ada sentuhan horror sedikitpun,
malah ceritanya sangat kental dengan sentuhan komedi dan drama.
Cerita dimulai ketika seorang
pemuda bernama Sang Man merasa dirinya adalah orang yang paling kesepian di
dunia. Ia merasa sebatang kara, sedari kecil ia tinggal di panti asuhan, asal
usulnya tidak jelas, orang tuanya tak tahu kemana. Ia tidak punya sahabat
apalagi kekasih.
Karena hal tersebut, sang man
berkali-kali mencoba bunuh diri. Segala hal iya lakukan agar bisa mati, namun
selalu gagal. Bahkan, percobaan bunuh dirinya membaanya bertemu dengan empat
orang hantu. Pertama, sosok hantu pria merokok, kedua hantu wanita menangis,
ketiga hantu kakek tua, dan yang keempat hantu anak kecil.
Para hantu tersebut mengikuti
kemanapun Sang Man pergi. Mereka hanya akan pergi jika Sang Man mengabulkan
keinginan mereka yang belum sempat mereka dapatkan semasa hidup.
Singkat cerita, satu persatu
permintaan para hantu tersebut dipenuhi, si pria perokok berhasil memperoleh
taksinya kembali serta berhasil jalan-jalan bahkan berenang dipantai. Si kakek
tua, berhasil menemukan kamera yang dicarinya dan mengembalikannya pada sang
pemilik yang dahulu adalah tetangganya. Si wanita menangis, berhasil memenuhi
keinginannya memasak untuk orang yang
dicintainya. Terakhir, si anak kecil , ia berhasil makan jajangmyoen, makan
permen ikan yang besar, nonton bioskop dan membeli robot-robotan.
Lucunya, permintaan tersebut
dilakukan dengan menggunakan raga Sang Man, bahkan ketika si hantu kakek tua
menggoda seorang suster dirumah sakit. Namun, berkat si kakek tersebut, Sang
Man bisa berkenalan bahkan kemudian menemukan cintanya pada Yun soo.
Sang Man tidak juga jarang
mengalami berbagai hal yang memalukan dan menyulitkannya karena para hantu
tersebut, terlebih hantu-hantu tersebut tinggal dirumahnya. Mereka sering
membuat kegaduhan, kekacauan dan sebagainya.
Samapai suatu ketika, sang man
merasa marah dan tidak sanggup lagi. Ia berfikir, kenapa harus dia yang
melakukan semua hal demi mereka, mereka saja bahakan bukan orang yang ia kenal.
Seluruh permintaan mereka pun sudah ia penuhi, lalu sang man meminta mereka
pergi dari rumahnya.
Sampai keesokan harinya….
Sang man merasa ada yang hilang,
ketika ia bangun tidur, rumahnya sudah sepi. Lalu, ia menemui yun soo sang kekasih
dengan membawa bibimpap. Yun soo berkata “ kenapa dalam bibimbap mu kau
menggunaka seledri?” lalu yunso bercerita panjang lebar sampai ia berkata “
seseorang yang merasa sangat sedih ia akan mudah lupa bahkan mungkin pada
keluarganya sendiri”
Sang man menjawab perihal seledri
“yang mengajarinya adalah ibuku…..” seketika Sang Man terhenyak…. Ia ingat,
wajah ibunya keluarganya……. Dan yang lebih mengejutkan keluaraga yang selama
ini ia cari dan ia rindukan adalah keempat hantu tersebut. Sang Man seketika
berlari mencari keempat hantu tersebut dan memohon agar mereka tidak pergi.
Si wanita menangis adalah ibunya,
ia ingin memesak untuk orang yang dicintainya yaitu Sang Man anaknya sendiri.
Si kakek tua adalah kakeknya, kamera yang ia inginkan eaktu itu adalah kamera
yang dipinjamnya tanpa perizinan tetanggganya dan kamera tersebut bertahun
tahun berada di tangan seorang polisi yang mengambilnya ditempat kejadian
kecelakaan. Si pria perokok adalah ayah dari sang man, perjalanan kepantai itu
adalah perjalanan yang batal ia lakukan karena ia terlanjur mati akibat
kecelakaan dan taksi itu adalah mobil yang waktu itu ia kendarai sebelum
meninggal. Dan si anak kecil adalah kakak sang Man ketika ia mati ia masih
kecil.
Mereka berempat mati karena
kecelakaan, saat itu mereka sekeluarga ingin pergi jalan-jalan kepantai,
ayahnya ingin mengajarinya berenang ketika sampai. Namun, belumlah sampai, naas
pun tiba, mobil (taksi)yang mereka
kendarai, kecelakaan dan jatuh kejurang. Keempat orang tersebut tewas kecuali
Sang Man. Sang Man yang ketika itu masih sangat kecil harus hidup sendirian,
sang man kecil yang sangat sedih sampai ia lupa bagaimana wajah keluarganya.
Inilah yang juga menjadi alasan kenapa sang man selalu gagal bunuh diri. Bunuh dirinya
digagalkan keempat hantu tersebut yang ternyata senantiasa ada didekatnya.
Keempatnya ingin sang Man tetap hidup.
Sesampainya sang man dirumah,
keempat hantu masih ada, namun kali ini mereka harus mengucapkan selamat
tinggal. Mereka meyakinkan sang man bahwa semuanya akan baik-baik saja, dan
berkata bahwa sang man tidaklah sendiri, mereka berempat selalu ada bersamanya.
Sang kakak, yang berwujud anak
kecil menghampiri sangman dan memberikan hadiah robot-robotan sambil berkata “kau
masih sama seperti dulu, masih cengeng”. Sang man menangis haru….. mereka pun
berpisah setelah berfoto bersama.
Sang man akhirnya pun menikah dengan
Yun soo, hidup bahagia sebagai keluarga dengan seorang anak.
Efek setelah nonton: nangis
seember karena visualisasinya bagus, ending yang pas dan menyentuh.
Pertamanya sempat agak underestimate
ketika di awal cerita agak bingung ceritanya, namu setelah pertengahan dan
ending rasanya akan ingin nonton lagi dari awal.
Moral value : jangan pernah
merasa sendiri, bersyukur saja dengan apa yang telah kita dapatkan, banyak
misteri yang ada disekitar kita yang mungkin tidak kita sadari namun terasa
kehadirannya. Maka, janganlah mudah mengeluh, resapilah apa yang sudah ada
kemudian bersyukur :””))

Tidak ada komentar:
Komentar baru tidak diizinkan.